Daftar nama monumen bersejarah di Indonesia


Kemerdekaan Indonesia tidaklah diperoleh dengan mudah. Yah, untuk itu perlu kita ingat jasa-jasa para pahawan nasional yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi meraih kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 68 tahun silam. Untuk itu, pemerintah memutuskan untuk membangun monumen perjuangan di beberapa daerah guna mengingatkan kita akan berharganya perjuangan para pahlawan yang kini telah tiada demi kita saat ini dan di masa yang akan datang. Monument tersebut dibangun di beberapa wilayah di seluruh Indonesia yang kini bisa dikatakan sebagai identitas dari wilaya tersebut. Apa saja monument itu?

Berikut adalah daftar nama monumen bersejarah di Indonesia:

1. Monumen Nasional
Monumen Nasional atau lebih sering disebut Monas ini terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monas ini mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 yang diperintahkan oleh Presiden Soekarno, hingga pada akhirnya Monas ini dibuka pada tanggal 12 Juli 1975. Monumen perjuangan setinggi 132 meter ini didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia dalam perjuangannya merebut kemerdekaan dai pemerintahan Kolonial HIndia Belanda. Puncak dari Monas ini dimahkotai dengan lidah api yang dipalisi dengan emas yang melambangkan semangat perjuangan yang membara. Sampai saat ini Monas dibuka untuk wisata sejarah, buka setiap hari dari pukuk 08.00 – 15.00 WIB.

2. Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta atau “tugu gal” putih adalah salah satu lambang atau identitas dari kota Yogyakarta yang terletak di perempatan Jl. Jenderal Sudirman dan Jl. Mangkubumi. Sultan Hamengkubuwono I adalah pendiri Keraton Yogyakarta yang sekaligus juga pendiri Tugu ini. Tugu. Konon katanya, tugu ini merupakan symbol penghubung laut selatan, keratin Yogyakarta dan gunung Merapi. Ketika melakukan meditasi, Sultan Yogyakarta menggunakan Tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.

3. Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Sama seperti halnya Tugu Yogyakarta, tugu ini juga menjadi salah satu identitas dari kota Pontianak yang juga dijadikan sebagai ikon wisata sejarah. Mengapa dinamakan sebagai tugu Khatulistiwa? Untuk tahu jawabannya, cobalah datang ke tempat ini pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, pada rentang tanggal tersebut, bukan hal mustahil kalian akan menemukan peristiwa titik kulminasi Matahari, yakni peristiwa alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa dimana posisi matahari tepat berada di atas kepala sehingga semua bayangan dari benda-benda di bumi tidak akan nampak.

4. Monumen Van der Wijck
Monumen Kapal Van der Wijck terletak di kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tepatnya di halaman kantor Pelabuhan Brondong daerah Pantura. Monumen yang didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda ini dimaksudkan sebagai ucapan terimakasih kepada nelayan Brondong karena telah menyelamatan para awak kapal dan penumpang yang tenggelam pada tahun 1936.

5. Tugu Proklamasi
Terletak di kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi (dahulunya disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat. Tugu ini didirikan sebagai tugu peringatan proklamasi kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Di kompleks ini juga berdiri dengan megah patung Soekarno-Hatta yang digambarkan seperti pada foto ketika pertama kali dibacakannya naskah proklamasi. Diantara kedua patung proklamator tersebut, dibangun pula naskah proklamasi yang terbuat dari lempeng batu marmer hitam, beserta dengan susunan dan bentuk tulisan yang menyerupai ketikan naskah aslinya.

6. Monumen Garuda Wisnu Kencana
Patung Garuda Wisnu Kencana ini adalah karya seorang pematung dari Bali, I Nyoman Nuarta. Terletak di Bukit Unggasan, Jimbaran, Bali, patung GWK ini adalah salah satu taman wisata yang ada di Bali dan Indonesia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Patung ini berwujud Dewa Wisnu, dimana dalam agama Hindu, Dewa Wisnu dipercaya sebagai Dewa Pemelihara (Sthiti).

7. Monumen Bandung Lautan Api
Monumen ini terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Sudah jelas monument ini didirikan untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.

8. Monumen Dirgantara
Monument ini lebih dikenal dengan sebutan Patung Pancoran. Monumen ini juga terletak di Jakarta, tepatnya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Patung ini dirancang atas dasar permintaan Bung Karno untuk menunjukkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara, dimana keperkasaan itu bisa dicapai dengan menigkatkan sifat jujur, berani dan semangat yang membara.

9. Monumen Palagan Ambarawa
Seperti namanya, monument ini terletak di Ambawara,Semarang. Tujuan didirikannya monument ini adalah untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pda tanggal 12-15 Desember 1945. Pada saat itu, pasukan sekutu mengundurkan diri dari Magelang ke Ambawara, dan pasukan sekutu itu dapat dihancurkan oleh pasukan TKR dibawah pimpinan Kolonel Sudirman pada tanggal 15 Desember 1945. Pada monumen ini juga terdapat seragam para tentara Jepang, Belanda, dan Indonesia, senjata, tank kuno dan meriam, serta Mustang Belanda yang berhasil ditembak jatuh ke dalam Rawa Pening.

10. Monumen Kapal Selam
Monumen ini biasa disingkat dengan Monkasel, berada di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Monumen ini adalah kapal selam KRI Pasopati 410 yang dulu dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru dalam membebaskan Irian Barat dai pendudukan Belanda.

11. Monumen Jogja Kembali
Monumen Jogja Kembali yang biasa disingkat dengan Monjali ini berada di Yogyakarta. Monumen berbentuk kerucut ini dibangun pada tanggal 29 juni 1985 . Monjali ini didirikan atas dasar gagasan Kolonel Soegiarto yang dulunya adalah Walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983. Alasan kenapa monument ini dinamai dengan Monumen Jogja Kembali adalah karena peristiwa ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibukota RI, Yogyakarta pada saat itu, yaitu tanggal 29 Juni 1949. Dimana monument ini adalah tanda atau tetenger dari peristiwa tersebut.

No comments:

Post a Comment