Pesan Anti Islam Di Balik Logo Coca-Cola


Coca Cola. Produk minuman kaleng nomor 1 di dunia ini ternyata tidak hanya terkenal dengan kenikmatan rasanya yang sangat berkhasiat untuk menghilangkan dahaga. Selain terkenal karena popularitasnya di dunia minum kaleng. Pentolan produk coca coca company ini juga memiliki satu teori konspirasi yang cukup mengcegangkan. yaitu Logo atau lambang dari produk itu sendiri, yang tak pernah berubah ataupun diganti. semenjak produk itu di ciptakan pada tahun 1886.
Coca-Cola atau Coke adalah minuman bersoda kola yang dijual di berbagai restoran, toko, dan mesin pengecer di lebih dari 200 negara. Minumanini diproduksi oleh The Coca- Cola Company. Coke adalah salah satu merek yang paling dikenal dan paling luas penjualannya. Saingan utamanya adalah Pepsi.
Seorang ahli farmasi yang bernama John Styth Pemberton.Sang Ahli Farmasi ini hidup sebatang kara di Sarajevo, Georgia, Bosnia. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenalsebagai Coca-Cola.
Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia. Coca- Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886.
KAIRO The Coca Cola Company dan produk-produkny a banyak menuai kritik oleh berbagai sumber atas bermacam- macamalasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produkny a,praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi. Tidak sedikit dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi.
Satu kontroversi lagi terdapat pada logo produk Coca Cola. Bacalah logo tersebut dalam cermin atau terbalik, dalam tulisan Arab, apa yang anda dapat? Sumber dari sebuah kampanye di Mesir menuduh minuman ringan terbesar tersebut atas menyinggung Islam karena logo yang terkenaltersebut terlihat mengatakan:"No to Mohamed. No to Mecca" (Tidak untuk Muhammad. Tidak untuk Mekkah). Pejabat lokal Coca-Cola mengatakan bahwa kampanye tersebut bermula dari internet pada Januari. Banyak selebaran didistribusikan di masjid-masjiddan sekolah-sekolah , mengajak para pelanggan untuk memboikot minuman ringan tersebut atas dasar bahwa minuman tersebut menghancurkan agama mereka. Maulana Kalbe Jawwad,seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: "Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut. Maulanamengatakan bahwa ia akan meminta semua praktisi Muslim untuk menyebarkan pesan tentangn logo "yang sangat menyinggung tersebut". Menguatkan pendirian Maulana,S.R. Azmi Nadvi, sarjana Bahasa Arab dan kepala sekolah dari Nadwa College yang terkenal di Lucknow, mengatakan bahwa kata-kata tersebut "berlawanan dengan agama kita". "Saya telahmelihatnya (logo tersebut) dan saya yakin bahwa logo tersebutemncemarkan yang dianggap suci," ia menambahkan. Ia mengatakan masalah tersebut sekarang akan dibawa kepada Dewan Hukum Personal Muslim dan Liga Dunia Arab Islam di Mekkah.
Selama lebih dari beberapa hari,logo Coca-Cola tersebut telah menjadi buah bibir seluruh kota. Botol-botol diperiksa dengan seksama seperti belum pernah melihat botol tersebut sebelumnya. Tetapi sekarang Coca-Cola, yang mengatakan bahwa "minuman tersebut dinikmati oleh lebih dari satu milyar Muslim", melawan balik. Digelisahkan oleh kemungkinanperlawanan balik dari yang dirasa menghina, minuman tersebut berunding dengan satu dari tokoh-tokoh keagamaan yang paling senior Mesir, Sheikh Nasser Farid Wassel, yang menempatkan logo berumur 114tahun tersebut sebelum sebuah panel para ahli keagamaan. "Merek dagang tersebut tidak dirubah sejak logo tersebut didesain sampai sekarang."



Sumber: http:// www.voa-islam.com/


No comments:

Post a Comment