Cara Mengatasi Rasa Marah Agar Cepat Mereda


Meluapkan kemarahan yang ada di dalam tubuh mungkin membuat seseorang terlihat lebih kuat pada awalnya, tapi dalam jangka panjang kondisi ini bisa
menimbulkan efek negatif baik bagi diri sendiri atau orang lain. Ketika sedang marah, bagian otak amigdala (pusat emosional di dalam otak) akan merangsang adrenalin yang membuat jantung memompa
darah lebih cepat, sulit bernapas,pupil membesar dan tubuh berkeringat. Orang bisa marah karena
akumulasi dari ketegangan atau stres yang memucak. Kemarahan bisa muncul akibat adanya masalah
di tempat kerja, sekolah, stres, kemacetan lalu lintas, kekhawatiran akan masalah
finansial serta konflik dalam suatu hubungan. Marah mungkin baik buat diri karena bisa melepaskan stres, tapi tidak baik buat orang lain dan lingkungan yang akan merasakan
ketegangan. Ada beberapa strategi atau cara sehat yang bisa dilakukan untuk
mengatasi rasa marah agar cepat menguap, seperti dikutip dari HuffingtonPost, Senin (21/2/2014) yaitu: 1. Saat marah cobalah untuk diam sejenak dan hitung secara perlahan sampai 10
Ketika sedang marah terjadi
lonjakan adrenalin, karena itu penting untuk melatih diri sendiri dalam mengatasi lonjakan ini. Ambilah napas panjang beberapa kali secara perlahan sambil menghitung sampai 10 (atau 50 jika memang perlu). Dalam kondisi tenang ini cobalah pikirkan kembali
apa yang harus dikatakan atau dilakukan agar tidak menyesal nantinya.
2. Ambilah waktu untuk menenangkan diri Cobalah mengambil waktu untuk
membuat neurotransmitter di otak menjadi lebih tenang serta menurunkan tingkat stres yang ada. Kurangi stimulasi eksternal dari lingkungan sekitar, misalnya
dengan meredupkan lampu,
mendengarkan musik yang tenang atau melakuakn yoga untuk mengusir kemarahan dari dalam tubuh.
3. Jangan melampiaskan
kemarahan secara terburu-buru Pastikan seseorang sudah memiliki waktu yang cukup untuk mengetahui apa yang telah membuatnya menjadi marah. Usahakan untuk tidak melampiaskan kemarahan secara terburu-buru, karena hal ini tidak
akan menyelesaikan masalah tapi justru bisa meningkatkan ketegangan di otak.
4. Jangan berusaha mengatasi kemarahan ketika tubuh sedang lelah atau sebelum tidur Mencoba mengatasi kemarahan di
malam hari bisa mengganggu
waktu tidur dan menyebabkan insomnia, untuk itu lupakan kemarahan yang ada ketika malam hari terutama menjelang waktu tidur sehingga seseorang tetap
bisa mendapatkan waktu untuk istirahat. Lakukanlah beberapa hal yang bisa membuat tubuh lebih tenang dan rileks sebelum tidur.
5. Melakukan olahraga ringan
Olahraga atau latihan fisik ringan seperti berjalan, jogging, berenang atau bersepeda adalah cara alami
untuk mengurangi stres dan
kemarahan. Hal ini karena saat berolahraga tubuh akan
melepaskan zat kimia di dalam otak yang membantu seseorang untuk santai atau rileks, serta memberikan waktu untuk berpikir sehingga seseorang memiliki lebih banyak energi.

No comments:

Post a Comment