Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Penegasan


Majas penegasan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan untuk menegaskan sesuatu untuk menimulkan kesan dan pengaruhnya terhadap para pendengar atau pembaca. Ada tujuh jenis majas penegasan. Dibawah ini adalah jenis dan contoh majas penegasan:

1. Pleonasme
Majas pleonasme adalah penegasaan arti suatu kata dengan menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan. Contoh:
a) Semua warga yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Semua siswa wajib masuk ke dalam kelas setelah bel berbunyi.

2. Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan. Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3. Paralelisme
Paralelisme adalah majas yang mengulang kata-kata yang sama. Majas perulangan biasanya banyak digunakan dalam puisi.
Contoh: Cinta adalah pengertian. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah rela berkorban. Cinta adalah kebersamaan.

4. Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim. Misalnya:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Sebagai warga Indonesia seharusnya kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.


5. Klimaks
Majas klimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dan makin lama makin meningkat. Misalnya:
a) Saat ini pengguna jejaring sosial facebook semakin meningkat karena siapa saja memang dapat menggunakannya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa maupun yang tua..
b) Ketua RT, Rw, kepala desa, Camat, Bupati, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6. Antiklimaks
Majas Antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berturu-turut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa wajib mengikuti upacara bendera setiap hari Senin.
b) Lomba lari dilaksanakan untuk setiap kalangan baik tua, muda, kaya, miskin, semua boleh berpartisipasi.

7. Retorik
Majas retorik adalah gaya bahasa yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya adalah untuk memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah. Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan?

No comments:

Post a Comment